Kamis, 18 Juni 2015

Perdagangan Internasional

A. Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan berasal dari kata dagang yang menurut kamus lengkap bahasa Indonesia berarti kegiatan menjual dan membeli. Sehingga, perdagangan internasional bisa diartikan sebagai kegiatan menjual dan membeli produk yang terjadi antar negara yang dilakukan individu dengan individu, individu dengan pemerintah, atau pemerintah dengan pemerintah. Pada umumnya, negara-negara di dunia melakukan perdagangan internasional untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian, ekspor dan impor merupakan bentuk kegiatan perdagangan internasional.

Perdagangan internasional sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu, namun dalam ruang lingkup dan jumlah yang terbatas. Pemenuhan kebutuhan setempat yang tidak dapat diproduksi sendiri, dilakukan dengan cara barter, yaitu pertukaran barang dengan barang yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak. Lama kelamaan, atas dasar kebutuhan yang saling menguntungkan, terjadilah proses pertukaran dalam skala luas yang sering disebut perdagangan internasional.

B. Manfaat Perdagangan Internasional

Kegiatan perdagangan internasional memberi banyak manfaat atau keuntungan bagi negara yang melakukannya, termasuk bagi Indonesia. Manfaat-manfaat atau keuntungan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai Sumber Devisa
    Dengan mengekspor (menjual) bermacam barang dan jasa, negara kita akan memperoleh devisa. Devisa adalah semua benda yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran internasional. Devisa bisa berbentuk mata uang asing, emas, wesel, cek, dan surat-surat berharga lainnya. Devisa yang diperoleh suatu negara dapat digunakan untuk membayar impor dan lainlain.

  2. Menjaga Stabilitas Harga
    Harga suatu barang cenderung meningkat bila jumlah barang yang dimaksud tidak bisa memenuhi permintaan pasar, dengan kata lain jumlah barang lebih sedikit dibanding permintaan. Agar harga tidak terus naik, pemerintah dapat mengimpor barang yang sama sehingga harga dapat stabil kembali.

  3. Memperluas Lapangan Kerja
    Perdagangan internasional dapat memperluas lapangan kerja. Peningkatan permintaan luar negeri terhadap hasil produksi Indonesia, akan mendorong pengusaha membangun pabrik baru yang membutuhkan tambahan tenaga kerja.

  4. Mendorong Alih Teknologi
    Barang-barang impor yang berteknologi tinggi seperti komputer, handphone, kapal selam dan pesawat tempur, mengharuskan masyarakat memahami dan mampu mengoperasikan barang-barang tersebut. Hal ini mendorong terjadinya alih teknologi dari negara pengekspor (negara maju) ke negara pengimpor (negara berkembang).

  5. Memperluas Konsumsi
    Dengan perdagangan internasional, hasil produksi suatu negara dapat dikonsumsi secara lebih luas ke negara lain. Misalnya, buah kiwi dari Selandia Baru dan kurma dari Arab bisa dinikmati di banyak negara. Demikian juga berbagai hasil produksi pabrik, seperti TV, kulkas, handphone dan komputer bisa dikonsumsi oleh banyak negara.

  6. Memperoleh Barang dan Jasa yang Tidak Bisa Diproduksi Sendiri
    Satelit adalah salah satu contoh barang yang tidak bisa diproduksi oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Indonesia memperoleh satelit dengan cara membeli dari Amerika. Selain satelit, masih banyak barang lain yang tidak dapat diproduksi Indonesia dan harus diperoleh melalui perdagangan internasional.
C. Faktor Pendukung Perdagangan Internasional

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perdagangan internasional dapat diuraikan sebagai berikut.
  1. Perbedaan Sumber Alam
    Suatu negara mempunyai kekayaan alam yang berbeda, sehingga hasil pengolahan alam yang dinikmati juga berbeda. Oleh karena sumber kekayaan alam yang dimiliki suatu negara sangat terbatas, sehingga diperlukan tukar-menukar atau perdagangan.

  2. Perbedaan Faktor Produksi
    Selain faktor produksi alam, suatu negara mempunyai perbedaan kemampuan tenaga kerja, besarnya modal yang dimiliki, dan keterampilan seorang pengusaha. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan oleh suatu negara juga mengalami perbedaan, sehingga dibutuhkan adanya perdagangan.

  3. Kondisi Ekonomis yang Berbeda
    Karena adanya perbedaan faktor produksi yang mengakibatkan perbedaan biaya produksi yang dikeluarkan untuk membuat barang, maka bisa jadi dalam suatu negara memerlukan biaya tinggi untuk memproduksi barang tertentu. Sehingga negara tersebut bermaksud mengimpor barang dari luar negeri karena biayanya dianggap lebih murah.

  4. Tidak Semua Negara Dapat Memproduksi Sendiri Suatu Barang
    Karena keterbatasan kemampuan suatu negara, baik kekayaan alam maupun yang lainnya, maka tidak semua barang yang dibutuhkan oleh suatu negara mampu untuk diproduksi sendiri, untuk itulah diperlukan tukar-menukar antarbangsa.

  5. Adanya Motif Keuntungan dalam Perdagangan
    Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang selalu terdapat perbedaan. Adakalanya suatu negara lebih untung melakukan impor daripada memproduksi sendiri. Namun, adakalanya lebih menguntungkan kalau dapat memproduksi sendiri barang tersebut, karena biaya produksinya lebih mudah. Oleh karena itu, negara-negara tersebut akan mencari keuntungan dalam memperdagangkan barang hasil produksinya.

  6. Adanya Persaingan Antarpengusaha dan Antarbangsa
    Persaingan ini akan berakibat suatu negara meningkatkan kualitas barang hasil produksi dengan biaya yang ringan, sehingga dapat bersaing dalam dunia perdagangan.

D. Jenis-jenis Perdagangan Internasioanl

Bilamana dilihat dari kawasan-kawasan atau negara-negara yang terlibat dalam perdagangan internasional, maka perdagangan internasional dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
  1. Perdagangan Bilateral
    Perdagangan bilateral adalah perdagangan yang dilakukan antardua negara.

  2. Perdagangan Regional
    Perdagangan regional adalah perdagangan yang dilakukan oleh negara-negara yang berada dalam satu kawasan tertentu, misalnya negara-negara ASEAN.

  3. Perdagangan Multilateral
    Perdagangan multilateral adalah perdagangan yang dilakukan oleh lebih dari dua negara yang tidak terbatas pada kawasan tertentu.

Kamis, 19 Maret 2015

PERINDO 1 (Sistem Ekonomi)

1. Tuliskan beberapa kelebihan dan kekurangan dari sistem ekonomi liberal, yaitu:
  • Kelebihan:
    1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi pada masyarakat dalam mengatur kegiatan perekonomian
    2. Memunculkan dan meningkatkan persaingan untuk maju
    3. Semua pihak memiliki hak dalam memiliki sumber-sumber produksi baik barang dan jasa 
    4. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas tinggi yang didasarkan motif mencari laba
    5. Munculnya barang-barang yang berkualitas tinggi agar dapat laku di pasaran
    6. Hak dalam memilih sektor usaha disesuaikan dengan kemampuan
    7. Produksi didasarkan kebutuhan masyarakat.
  • Kekurangan:
    1. Banyak terjadi monopoli masyarakat
    2. Menyamakan pendapatan tidak mudah dilakukan akibat dari persaingan bebas
    3. Masyarakat kaya akan semakin kaya sedangkan bagi masyarakat miskin tetap miskin
    4. Timbulnya persaingan tidak sehat
    5. Rentan terjadi krisis ekonomi 
    6. Eksploitasi SDA yang berlebihan
2. Tuliskan beberapa kelebihan dan kekurangan dari sistem ekonomi terpusat, yaitu:
  • Kelebihan:
    1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
    2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
    3. Hasil produksi dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat
    4. Relatif murah melakukan distribusi pendapatan
    5. Jarang terjadi krisis ekonomi
  • Kekurangan:
    1. Potensi daya kreasi masyarakat tidak berkembang
    2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
    3. masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya karena hak milik perorangan sangat dibatasi
3. Ciri-ciri negara yang menganut sistem ekonomi:
  • Liberal:
    1. Kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat
    2. Kebebasan untuk berkreativitas, berinovasi, dan menyalurkan ide
    3. Kegiatan ekonominya bertujuan untuk Profit Oriented
    4. Terdapat persaingan antar pebisnis
    5. Barang yang diproduksi biasanya bermutu tinggi
  • Terpusat:
    1. Segala sesuatu termasuk alat dan sumber produksi adalah milik negara dan dikuasai negara
    2. Seluruh kebijakan dalam ekonomi diatur oleh pemerintah
    3. Segala jenis usaha dan pembagian kerjanya diatur oleh pemerintah
  • Sistem Ekonomi Campuran:
    1. Mengeluarkan aturan-aturan dalam kegiatan ekonomi
    2. Mengikutsertakan modal pada badan usaha milik negara
    3. Melaksanakan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter
Sumber:

Sabtu, 31 Januari 2015

Tantangan dan Peluang Bisnis Indonesia di Tahun 2015

Di tahun 2015 ini warga ASEAN akan ada program MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang bertujuan untuk menciptakan ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal dan kesatuan basis produksi. Dengan demikian akan terjadi gempuran atas barang, jasa, investasi, dan modal, serta adanya penghapusan tarif bagi perdagangan antarnegara ASEAN. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang menjadi salah satu bagian dari ASEAN? Apa saja tantangan dan peluang bisnis Indonesia di tahun 2015 ini?

Tantangan Bisnis

1. Persaingan pasar

Indonesia menjadi salah satu target pasar ASEAN karena jumlah penduduk yang besar dan memiliki banyak potensi sehingga menjadikan Indonesia sebagai konsumen potensial bagi produk-produk ASEAN. Tentu saja ini akan mengakibatkan persaingan pasar yang semakin luas dan ketat. Pasar lokal tidak hanya bersaing dengan pemain lokal, tetapi juga bersaing dengan pengusaha yang berasal dari negara ASEAN untuk menarik perhatian konsumen di pasar lokal.

Apabila kita tidak mendorong daya saing dan nilai tambah atas barang/produk yang diproduksi, maka kita hanya menjadi obyek kemajuan pembangunan di kawasan tanpa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Karena itu, program kebijakan daya saing menjadi perhatian khusus pemerintah, diantaranya dengan memperkuat UKM nasional sehingga memiliki daya saing yang tinggi, inovatif, kreatif, dan mampu memperluas pasar.

2. Persaingan produk

Dengan diberlakukannya MEA 2015 dimana ASEAN menjadi pasar tunggal dan kesatua n basis produksi, maka akan terjadi free flow atas barang, jasa, produksi, investasi dan penghapusan tarif bagi perdagangan antar negara ASEAN. Dengan dibanjirinya pasar lokal dengan produk dari negara ASEAN akan mempengaruhi laju produksi lokal. Terlebih, jika produk lokal tersebut tidak memenuhi standar, baik dari segi kemasan, kualitas produk, atau legalitasnya. Tentu saja ini akan membawa dampak yang signifikan bagi para pengusaha lokal jika tidak segera diatasi.

Agar berhasil masuk dalam jaringan produksi global diperlukan dukungan dan pengetahuan yang memadai. Dalam hal ini pengusaha diharapkan untuk meng-upgrade pengetahuan dan skill mereka di berbagai bidang. Tidak hanya memperluas pasar sebesar-besarnya, tapi bagaimana produknya dapat diterima secara global. Produk yang dihasilkan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan, misal dari segi kelayakan, kesehatan/keamanan, serta pengemasan.
3. Sumber Daya Manusia

Penyebab sulitnya sebuah bisnis berkembang tidak hanya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan ketrampilan usaha. Tenaga kerja yang kurang memadai dan tidak berorientasi pada pengembangan juga dapat mengakibatkan bisnis berjalan di tempat. Kualitas SDM dapat ditingkatkan untuk menunjang bisnis yang dijalankan. Peningkatan kualitas dapat melalui pelatihan dan pengembang skill bisnis, baik manajemen, keuangan dan lainnya.

Peluang Bisnis

1. BISNIS ONLINE

Bisnis online yang sangat fleksibel, hemat waktu, bisnis yang tanpa ada ruang pemisah ruang dan waktu, menurut beberapa kalangan pelaku bisnis menjadikan bisnis online ini menjadi pilihan terbaik para pelaku bisnis di tahun 2015 mendatang. Di sisi lain dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi terutama teknologi perangkat komunikasi menjadikan para pelaku bisnis menjadi sangat terbantukan baik ketika mereka harus memantau setiap transaksi maupun komunikasi dengan para pelanggan mereka dan dengan fakta inilah maka bisnis online masih menjadi trend bisnis di tahun 2015.

2. BISNIS WARALABA

Walaupun sebenarnya menekuni bisnis waralaba ini dikategorikan sebagai sebuah konsep bisnis yang agak sulit dilakukan namun statistic perkembangan bisnis waralaba ini dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan. Salah satu hal penting yang perlu dilakukan untuk sukses di dalam menekuni bisnis waralaba ini adalah anda haruslah memiliki tim yang profesional dan solid terutama di dalam menentukan prestasi usaha waralaba yang anda jalankan.

3. BISNIS KULINER

Kebutuhan manusia akan makanan menjadikan bisnis kuliner ini terus menjadi pilihan orang di dalam berbisnis. Sukses menekuni bisnis kuliner ini menurut beberapa pakar kuliner sebenarnya ada di cita rasa. Jika anda mampu memberikan cita rasa yang berbeda maka anda akan sukses menekuni bisnis kuliner ini.

4. BISNIS MUSIMAN

Bisnis musiman yang sedang trend belakangan ini ada trend jualan hijab / Berjualan gamis dan jilbab yang tengah menjadi trend, memasarkan bisnis musiman ini mempunyai prospek yang sangat bagus dan bisa menghasilkan keuntungan sangat besar apabila anda jeli dalam menangkap peluang yang bisa dimaksimalkan.

5. BISNIS PROPERTY

Prospek bisnis properti tahun depan diprediksi tetap tumbuh positif, terutama produk-produk untuk segmen kelas menengah. Segmen kelas menengah Indonesia pada 2015 nanti bakal tumbuh menjadi sekitar 90 juta orang dengan daya beli tinggi.
Tak hanya itu. Kebutuhan hunian juga bertambah banyak terkait pertumbuhan populasi 1,49 persen per tahun. Di sisi lain, backlog (ketimpangan pasokan dan kebutuhan) hunian mencapai sekitar 15 juta unit per 2013. Terlebih kredit pemilikan rumah (KPR) melalui penurunan ketentuan loan to value (LTV) dari sebelumnya 30 persen hingga 50 persen menjadi 10 persen hingga 20 persen untuk segmen menengah bawah. Akan menjadi pemacu dalam dunia property. Selain itu turunnya harga BBM juga memacu pertumbuhan property.

Sumber: 

Jumat, 09 Januari 2015

Tugas Makalah Pengantar Manajemen

Bab 1
Pendahuluan

1.       Apa Itu @america

@america adalah pusat kebudayaan abad ke-21 yang mutakhir di mana Anda dapat menjelajahi dan mengeksplorasi Amerika Serikat serta mengungkapkan pikiran dan gagasan tentang Amerika. Berlokasi di pusat Central Business District Sudirman, Anda dapat mengunjungi kami di lantai 3 Pacific Place Mall. Mereka buka 7 hari dalam seminggu pada pukul, 13.00 WIB sampai 21.00 WIB. Tidak dipungut biaya sepeserpun untuk masuk kedalam @america

2.       Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas dapat di rumuskan sebagai berikut:
·        Awalnya berdirinya @america?
·        Apa tujuan @america?
·        Apa peran bagi masyarakat yang berkunjung ketempat tersebut?
·        Apa yang kalian dapat setelah berkunjung ke @america secara pribadi?
·        Apa yang kalian lakukan untuk memajukan Universitas Gunadarma?

3.       Tujuan Pembahasan
Di harapkan mahasiswa/i setelah berkunjung ke tempat tersebut dapat mengerti tentang orang-orang amerika asli dan tentang segala hal yang berkaitan dengan negara amerika, karena dapat menambah wawasan lebih luas mahasiswa/i setelah berkunjung ketempat tersebut.



Bab 2
Pembahasan
1.       Awal Berdirinya @america
Berdiri pada bulan Desember 2010, belum banyak yang mengetahui, sejak 2010, Kedutaan Besar AS di Indonesia membangun sebuah pusat kebudayaan AS untuk publik Indonesia. Padahal @america rutin menyelenggarakan kegiatan dan memberikan pelayanan. Bermacam acara, dari mulai pertunjukan seni sampai diskusi bisnis dan politik sering dilangsungkan di sana.

2.       Apa Tujuan @america Didirikan
@america didirikan dengan tujuan selain untuk menambah wawasan tentang kultur, tokoh tokoh terkenal, perkembangan teknologi, sistem pemerintahan dan lainnya itu adalah untuk berbagi informasi antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat Amerika Serikat.

3.       Apa peran bagi masyarakat yang berkunjung ketempat tersebut?
Masyarakat dapat mengetahui lebih banyak tentang perkembangan dunia luar khususnya Amerika Serikat dan dapat memotivasi masyarakat untuk berubah menjadi masyarakat negara maju, selain itu @america juga bisa dijadikan rekomendasi untuk berlibur dengan keluarga yang sangat bagus dan bersifat edukatif

4.       Apa yang kalian dapat setelah berkunjung ke @america secara pribadi?
Setelah saya berkunjung ke @america saya merasa lebih terpacu untuk terus maju dan menunjukan pada dunia luar bahwa di Indonesia memiliki banyak para pemuda yang berkualitas dan dapat memajukan Indonesia dan menunjukan bahwa Indonesia dapat bersaing dengan negara luar baik secara Ekonomi, Teknologi dan lainya

5.       Apa yang kalian lakukan untuk memajukan Universitas Gunadarma?
Saya sebagai salah satu mahasiswa Universitas Gunadarma dalam upaya untuk memajukan Universitas Gunadarma saya akan memulai dari diri saya sendiri dengan menyalurkan beberapa ide-ide saya untuk memajukan Gunadarma, ikut berpartisipasi dalam organisasi yang ada di dalam Gunadarma dan membangun kerjasama dan kekompakan bersama.


Sumber Referensi:

Jumat, 26 Desember 2014

Desentralisasi dan Sentralisasi

Tantangan Desentralisasi

Tantangan Desentralisasi yaitu:
Pertama, dibutuhkan komitmen kuat dari daerah untuk mengembangkan standar nasional pendidikan. Hal ini sangat penting untuk memenuhi tantangan pertumbuhan ekonomi yang makin pesat. Kompetensi standar kelulusan akan melahirkan manusia- manusia yang unggul dari daerah-daerah lain. Komitmen yang dimaksud adalah berupa alokasi anggaran yang lebih besar untuk pengembangan mutu pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan agar standar pelayanan minimal mampu diimplementasi.
Kedua, perubahan paradigma pembangunan daerah dari fisik ke non fisik. Masih banyak diorientasikan ke pembangunan fisik daripada investasi pembangunan dalam bidang sumber daya manusia (non fisik). Hal ini dapat menimbulkan dampak kesenjangan sosial, terutama bagi para pendidik atau tenaga kependidikan dengan para pegawai kantoran. Dan perbedaan SDM yang dimiliki oleh para peserta didik dengan pegawai- pegawai lain.
Sentralisasi Versus Desentralisasi
Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah.

Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi yang memilih serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Desentralisasi

Faktor –faktor yang mempengaruhi derajat desentralisasi adalah;
  1. filsafat manajemen. Ada sebagian manajemen yang di otokratik yang menginginkan pengewasan pusat yang kuat.
  2. Ukuran dan tingkat pertumbuhan organisasi. Bila keputusan di pegang oleh manajemen puncak, maka organisasi tidak mungkin dapat berjalan dengan efisien dan efektif,karena bila ada masalah yang mendesak harus lewat manajer puncak yang tentunya memakan waktu yang lama, bagi organisasi yang besar cenderung akan memperbesar desentralisasi dalam kegiatan.
  3. Strategi dan lingkungan organisasi. Factor ini sangat penting sekali dalam ,ememtukan bentuk yang akan di ambil, yang selanjutnya akan mempengaruhi derajat desentralisasi.
  4. Penyebaran geografis desentralisasi. Semakin menyebar geografis cenderung organisasi menggunakan desentralisasi. Karena keputusan yang akan di ambil lebih baik bila sesuai dengan lingkungan yang di hadapi.
  5. Tersedia peralatan pengawasan yang efektif. Bila peralstsn ysng tersedia berkurang, organisasi cenderung menggunakan system sentralisasi. Karena sulit untuk memonitor semua kegiatang yang ada. di organisasi tersebut.
  6. Keanekaragaman produk dan jasa. Semakin jenis dan macam produk cenderung untuk menggunakan system desentralisasi, sebaliknya semakin tidak beranekah produk yang di hasilkan cenderung menggunakan sentralisasi
  7. Kateristik organisasi lainnya. Tergantung pada masing-masing organisasi yang berhubungan dengan pembuatan keputusan, biaya dan lain sebagainnya
  8. Kwalitas manajer. Desentralisasi memerlukan lebih banyak manajer – manajer yang berkwalitas , sebab harus memutuskan dan mengembil tindakkan sendiri

Keuntungan dan Kerugian Desentralisasi
Desentralisasi adalah proses mentransfer dan menetapkan pengambilan keputusan otoritas untuk tingkat yang lebih rendah dari hirarki organisasi. Dalam sebuah organisasi desentralisasi, pengambilan keputusan telah dipindahkan ke tingkat yang lebih rendah atau tingkatan organisasi, seperti divisi, cabang, departemen atau anak perusahaan. Dalam struktur desentralisasi, pengambilan keputusan tersebar untuk memasukkan lebih banyak manajer junior dalam hirarki, serta unit bisnis individu atau lokasi perdagangan.

Kelebihan utama dan kerugian dari pendekatan ini adalah:


Kelebihan
Kekurangan
Keputusan yang dibuat lebih dekat dengan pelanggan
Pengambilan keputusan tidak selalu "strategis"
Lebih mampu merespon situasi lokal
Lebih sulit untuk memastikan praktik yang konsisten dan kebijakan (pelanggan mungkin lebih suka konsistensi dari lokasi ke lokasi)
Peningkatan tingkat layanan pelanggan
Mungkin beberapa disekonomis skala - misalnya duplikasi peran
Konsisten dengan bertujuan untuk menyanjung hirarki
Siapa yang memberikan kepemimpinan yang kuat bila diperlukan (misalnya dalam krisis)
Cara yang baik untuk melatih dan mengembangkan manajemen junior
Sulit untuk mencapai kontrol keuangan yang ketat - risiko biaya-overruns
Harus meningkatkan motivasi staf


Sumber Artikel:

Pelimpahan Wewenang (Pendelegasian)

Pengertian Pendelegasian Wewenang

Delegasi adalah suatu pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu. Sedangkan menurut Manulang, Pendelegasian adalah kegiatan seseorang untuk menugaskan stafnya / bawahannya untuk melaksanakan bagian dari tugas manajer yang bersangkutan dan pada waktu bersamaan memberikan kekuasaan kepeda staf/bawahan tersebut, sehingga bawahan itu dapat melaksanakan tugas tugas itu sebaik baiknya serta dapat mempertanggung jawabkan hal hal yang didelegasikan kepadanya.

Pandangan Wewenang Formal

Dua pandangan yang menjelaskan wewenang formal (resmi):

1. Pandangan klasik (classical view)

Pandangan klasik mengenai wewenangan formal menerangkan bahwa kewenangan pada dasarnya terlahir sebagai akibat adanya kewenangan yang lebih tinggi dari kewenangan yang diberikan. Misalnya saja, seorang manager mendapatkan kewenangan formal akibat adanya pemberian kewenangan dari pihak yang memiliki kewenangan yang lebih tinggi, misalnya saja direktur utama. Seorang kapten dalam tradisi militer memiliki kewenangan formal untuk memerintah para prajurit dikarnakan kewenangan tersebut diterimanya dari seseorang yang memiliki kewenangan yang lebih tinggi darinya, misalnya dari jendral. Dengan demikian, kewenangan formal menurut pandangan klasik bersifat pendekatan top-down, atau dari hierarki yang atas kehierarki yang lebih bawah.



2. Pandangan penerimaan (acceptance view)

Pandangan ke dua cenderung berbeda dengan padangan yang pertama. Tidak setiap kewenangan yang bersifat top-down sertamerta akan dijalankan oleh bawahan. Kadangkala kita mendapati apa yang diperintahkan oleh atasan misalnya tidak dijalankan oleh bawahan. Hal tersebut barangkali bukan disebabkan bahawa sang atasan tidak memiliki kewenangan, akan tetapi apa yang kemudian dilakukan oleh atasan tidak dapat diterima oleh bawahan.pandangan yang berdasarkan penerimaan (acceptance view) memandang bahwa kewenang formal akan cenderung dijalankan atau diterima oleh bawahan tergantung dari beberapa persyaratan. Persyaratan tersebut bagaimana dikemukakan oleh Chester Barnard terdiri dari 4 hal, yaitu (1) bawahan dapat memahami apa yang diinginkan atau dikomunikasikan oleh pimpinan atau atasan; (2) pada saat sang bawahan memutuskan untuk menjalankan apa yang diperintahkan atasannya, dia menyakini bahwa apa yang diperintahkan konsisten atau tidak bertentangan dengan rencana pencapaian tujuan organisasi; (3) pada saat sang bawahan memutuskan untuk menjalankan apa yang diperintahkan oleh atasanya, dia menyakini bahwa apa yang diperintahkan konsisten mendukung nilai, misi, ataupun motif pribadi atau kelompoknya; dan (4) sang bawahan mampu secara mental maupun secara fisik menjalankan apa yang diperintahkannya.

Berdasarkan kedua pandangan ini bisa dikatakan bahwa tidak setiap kewenangan dapat mengubah situasi kearah yang diinginkan. Berbagai jenis organisasi tentunya memiliki ke khasannya sendiri, apakahcenderung mengikuti pandangan klasik atau pandangan yang berdasarkan penerimaan. Hal tersebut sangan bergantung berbagai faktor eksternal dan internal yang dihapadi oleh organisasi.

Wewenang Lini, Staff dan Fungsional

Organisasi adalah sekumpulan dari beberapa orang yang melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. 

Adapun terdapat beberapa macam bentuk struktur organisasi yaitu :
1. Struktur organisasi lini
2. Struktur organisasi lini dan staf.
3. Struktur organisasi fungsional.

Struktur organisasi Lini
Organisasi Garis / Lini adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang langsung secara vertical dan sepenuhnya dari kepemimpinan terhadap bawahannya.
Bentuk lini juga disebut bentuk lurus atau bentuk jalur. Bentuk ini merupakan bentuk yang dianggap paling tua dan digunakan secara luas pada masa perkembangan industri pertama. Organisasi Lini ini diciptakan oleh Henry Fayol.
Organisasi ini sering disebut organisasi militer. Organisasi lini hanya dipakai dalam organisasi kecil . contohnya: perbengkelan , kedai nasi , warteg , rukun tetangga .

Memiliki ciri-ciri:
· Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
· Jumlah karyawan sedikit
· Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
· Belum terdapat spesialisasi
· Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
· Struktur organisasi sederhana dan stabil
· Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
· Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
  1) Orang-orang yang mempunyai kekuasaan bertanggung-jawab dan terbuka.
    2) Proses pengambilan keputusan berjalan dengan tepat.
      3) Disiplin kerja yang mudah dikontrol
        4) tingginya solidaritas diantara anggota
          5) adanya kesempatan yang luas bagi para anggota untu dapat mengembangkan bakatnya.

Kerugian dari struktur organisasi ini adalah:
  1) Tujuan organisasi sama, atau tujuan dari pihak-pihak tertentu saja.
    2) Pimpinan organisasi terkadang berbuat semaunya.
      3) kelangsungan hidup organisasi sangat ditentukan oleh seseorang.
        4) Kurang didalam pengembangan aktifitas pada setiap anggota.

2.Organisasi Lini dan Staf
Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Pada struktur organisasi ini Hubungan antara atasan dengan bawahan tidak secara langsung.

Memiliki ciri-ciri:
  · Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
    · Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
      · Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
        · Jumlah karyawan banyak
          · Organisasi besar, bersifat komplek
            · Adanya spesialisasi

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
  1) Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini dan kelompok staff.
    2) Adanya pengembangan spesialisasi untuk para anggota.
      3) Koordinasi didalam setiap bagian dapat diterapkan dengan mudah. 

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah:
  1) Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya.
    2) Para pemimpin baik lini maupun staff sering mengabaikan nasehat dan gagasan yang ada.
      3) pemimpin dan karyawan yang kebanyakan tidak saling mengenal. 

3.Organisasi dalam bentuk fungsional
Organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor. yaitu suatu bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu.
Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut.
Didalam lembaga pendidikan khususnya di Indonesia, pada umumnya menggunakan struktur organisasi fungsional Struktur organisasi ini sangat cocok diterapkan karena dapat memudahkan melakukan pengawasan .

Memiliki ciri-ciri:
  · Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
    · Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
      · Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
        · Target-target jelas dan pasti
          · Pengawasan ketat
            · Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
  1) Adanya pembagian tugas antara kerja pikiran dan fisik,
    2) Dapat dicapai tingkat spesialisasi yang baik.
      3) Solidaritas antar anggota yang tinggi.
        4) Moral serta disiplin keija yang tinggi.
          5) Koordinasi antara anggota berjalan dengan baik.

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah:
  1) Insiatif perseorangan sangat dibatasi.
    2) Sulit untuk melakukan pertukaran tugas, karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang tertentu.

Pola Pendelegasian Wewenang

Pola pendelegasian yang membawa hasil memiliki ciri-ciri khusus yang harus dipahami oleh setiap orang. Ciri-ciri khusus tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Pendelegasian yang menghasilkan bukanlah pendelegasian pesuruh/babu "Jalankan ini, jalankan itu, lakukan ini, lakukan itu, dsb." Pendelegasian yang sebenarnya tidak berfokus pada prosedur- prosedur dan cara-cara yang digunakan, tetapi terarah kepada upaya pencapaian sasaran/target dan hasil-hasilnya. Prosedur dapat ditetapkan dalam polis/suatu ketentuan, tetapi cara/metode harus dicari sendiri dan dikembangkan oleh setiap pekerja.
  2. Pendelegasian yang menghasilkan adalah pendelegasian penatalayanan, yaitu pendelegasian yang berwawasan serta bertujuan melayani.
Mengapa Delegasi Diperlukan?

Delegasi diperlukan disebabkan dalam suatu organisasi kita diharuskan untuk beradaptasi dan menghadapi berbagai macam watak dan tingkah laku seseorang. Untuk itu, pemahaman dalam masalah di atas diperlukan untuk menjalin kerjasama dalam menjalankan suatu organisasi secara efektif dan efisien.Terkadang banyak orang salah mengartikan posisi atau jabatannya dalam suatu organisasi yang tentunya dapat merugikan orang lain. Hal ini dapat menimbulkan masalah antar individu ataupun antar organisasi. Tentunya hal tersebut tidak diinginkan oleh kita, sehingga kita dapat mengetahui batasan-batasan yang tidak dapat dilanggar serta cara berkomunikasi dengan baik.Sehingga penyusun menyuguhkan berbagai macam hal dalam berinteraksi dengan orang-orang di dalam suatu organisasi, serta hal-hal seputar wewenang dan kekuasaan yang dimiliki oleh setiap orang atau pemimpin yang tentunya berbeda-beda cakupan luasnya.

Delegasi diperlukan agar:
  • Manajer memiliki banyak kesempatan untuk mencari dan menerima peningkatan tanggungjawab dari tingkatan manajer yang tinggi. 
  • Memberikan keputusan yang lebih baik.
  • Pelimpahan yang efektif mempercepat pembuatan keputusan. 
  • Melatih bawahan memikul tanggungjawab, melakukan penilaian dan meningkatkan keyakinan diri serta kesediaan untuk berinisiatif.
Manfaat dan Hambatan Pendelegasian
Manfaat Pendelegasian Wewenang
  1. Manajer memiliki banyak kesempatan untuk mencari dan menerima peningkatan tanggungjawab dari tingkatan manajer yang tinggi. 
  2. Memberikan keputusan yang lebih baik. 
  3. Pelimpahan yang efektif mempercepat pembuatan keputusan. 
  4. Melatih bawahan memikul tanggungjawab, melakukan penilaian dan meningkatkan keyakinan diri serta kesediaan untuk berinisiatif 

Hambatan Pendelegasian Wewenang
Penyebab keengganan untuk mendelegasikan wewenang adalah
  1. Perasaan tidak aman. Manajer enggan mengambil resiko untuk melimpahkan tugas atau mungkin takut kehilangan kekuasaan bila bawahannya terlalu baik melaksanakan tugas. 
  2. Ketidak mampuan manajer. Sebagian manajer bisa sangat tak teratur dalam membuat perencanaan ke depan.
  3. Ketidak percayaan kepada bawahan. 
  4. Manajer merasa bahwa bawahan lebih senang tidak mempunyai hak pembuatan keputusan yang luas 


Penyebab keengganan untuk menerima pendelegasian wewenang adalah:
1. Perasaan tidak aman bagi bawahan untuk menghindari tanggungjawab dan resiko.
2. Bawahan takut dikritik atau dihukum karena membuat kesalahan.
3. Bawahan tidak mendapat cukup rangsangan untuk beban tanggungjawab tambahan.
4. Bawahan kurang peracaya diri dan merasa tertekan bila dilimpahi wewenang pembuatan keputusan yang lebih besar.
Delegasi Yang Efektif
Syarat Pendelegasian yang efektif
James F. Stoner, dkk berpandangan bahwa ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi agar proses pendelegasian dapat berjalan dengan efektif :
• Kesediaan manajer untuk memberikan kebebasan kepada karyawan untuk menyelesaikan tugas yang didelegasikan.
• Komunikasi terbuka antara manajer dan karyawan.
• Kemampuan manajer untuk menganalisi faktor-faktor seperti sasaran organisasi, persyaratan tugas, dan kemampuan karyawan.

Persyaratan diatas sangat penting untuk melaksanakan tugas pendelegasian secara efektif sebagai berikut :
1. Memutuskan pekerjaan mana yang akan didelegasikan.
2. Keputusan siapa yang akan ditugaskan
3.Dukungan sumber daya.
4.Tugas didelegasikan.
5.Perlunya campur tangan.
6.Melakukan umpan balik.

Adapun pandangan lain mengenai syarat pendelegasian yang efektif oleh Drs. Sutrisno :
  1. Adanya kesediaan atau keikhlasan atasan untuk memberikan pelimpahan. Dengan kesediaan dan keikhlasan yang tulus akan menimbulkan hubungan kejiwaan yang dekat antara atasan dan bawahan tersebut hal ini penting dalam usaha menimbulkan perasaan rasa percaya di antara keduanya. 
  2. Tiap-tiap bawahan yang mendapat pelimpahan harus mempertimbangkan kemampuannya. Wewenang yang diserahkan kepada bawahan harus sesuai dengan kemampuan bawahan. Di samping bawahan harus mengukur kemampuan sendiri, atasan harus pula menimbang-nimbang kemampuan dalam hubungannya dengan wewenang yang akan dilimpahkan, baik kemampuan jasmaniah maupun kemampuan rokhaniah. Dengan demikian tidak akan terjadi wewenang yang dilimpahkan tidak sesuai dengan kemampuan bawahan, sebab apabila tidak sesuai akan dapat menimbulkan resiko, yang pada akhirnya juga akan ditanggung atasan bersangkutan. 
  3. Tugas dan wewenang yang diserahkan harus jelas, bawahan mengerti keinginan atasan dengan adanya pelimpahan itu. Tugas, wewenang demikian pula tanggung jawabnya harus dirumuskan dengan jelas. Ketidakjelasan akan menimbulkan kesukaran-kesukaran dalam realisasinya, karena tidak tahu arah atau batas-batas yang boleh dan tidak dapat dilakukan. Demikian pula harus diketahui oleh bawahan kecenderungan dari pada keinginan-keinginan atasan yang melimpahkan wewenang, demikian itu agar pelaksanaan tugas dan wewenang mengarah kepada tujuan yang ditentukan oleh atasan. 
  4. Pelimpahan yang telah diberikan tidak boleh diperlemah oleh atasan, yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan. Setelah pelimpahan dilakukan, atasan jangan selalu mencampurinya, lebih-lebih mencampuri secara demonstratif yang demikian akan mengakibatkan keresahan jiwa dan justru akan dapat mengakibatkan patah semangat bagi bawahan. 

Prinsip-Prinsip Pendelegasian

PRINSIP-PRINSIP DELEGASI

Prinsip-prinsip klasik yang dapat dijadikan dasar untuk delegasi yang efektif adalah:


1. Prinsip Skalar 
Menyatakan harus ada garis otoritas yang jelas yang menghubungkan tingkat paling tinggi dengan tingkat paling bawah. Garis otoritas yang jelas ini memudahkan anggota organisasi untuk megetahui:
  1. kepada siapa dia dapat mendelegasikan 
  2. siapa yang dapat melimpahkan wewenang kepadanya 
  3. kepada siapa dia bertanggungjawab 


Dalam proses penyusunan garis otoritas diperlukan kelengkapan pendelegasian wewenang, yaitu semua tugas yang diperlukan dibagi habis. Hal ini digunakan untuk menghindari: 
  1. gaps, yaitu tugas-tugas yang tidak ada penangung jawabnya 
  2. overlaps, yaitu tanggung jawab untuk satu tugas yang sama diberikan kepada lebih dari satu orang 
  3. splits, yaitu tanggung jawab atas tugas yang sama diberikan kepada lebih dari satu-satuan organisasi 

2. Prinsip kesatuan perintah (unity of command)
Menyatakan setiap orang dalam organisasi harus melapor pada satu atasan. Melapor pada lebih dari satu orang akan menyulitkan seseorang untuk mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan perintah siapa yang harus diikuti. Bertanggung jawab kepada lebih dari satu atasan juga akan membuat bawahan dapat menghindari tanggungjawab atas pelaksanaan tugas yang jelek dengan alasan banyaknya tugas dari atasan lain.

3. Tanggung jawab, wewenang dan akuntabilitas
  1. Prinsip-prinsip ini menyatakan bahwa: dapat menggunakan sumber dayanya secara efisien 
  2. masing-masing orang dalam organisasi dapat melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya secara efektif 
  3. akuntanbilitas penerimaan tanggungjawab dan wewenang
Sumber Artikel: