Jumat, 26 Desember 2014

Desentralisasi dan Sentralisasi

Tantangan Desentralisasi

Tantangan Desentralisasi yaitu:
Pertama, dibutuhkan komitmen kuat dari daerah untuk mengembangkan standar nasional pendidikan. Hal ini sangat penting untuk memenuhi tantangan pertumbuhan ekonomi yang makin pesat. Kompetensi standar kelulusan akan melahirkan manusia- manusia yang unggul dari daerah-daerah lain. Komitmen yang dimaksud adalah berupa alokasi anggaran yang lebih besar untuk pengembangan mutu pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan agar standar pelayanan minimal mampu diimplementasi.
Kedua, perubahan paradigma pembangunan daerah dari fisik ke non fisik. Masih banyak diorientasikan ke pembangunan fisik daripada investasi pembangunan dalam bidang sumber daya manusia (non fisik). Hal ini dapat menimbulkan dampak kesenjangan sosial, terutama bagi para pendidik atau tenaga kependidikan dengan para pegawai kantoran. Dan perbedaan SDM yang dimiliki oleh para peserta didik dengan pegawai- pegawai lain.
Sentralisasi Versus Desentralisasi
Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah.

Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi yang memilih serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Desentralisasi

Faktor –faktor yang mempengaruhi derajat desentralisasi adalah;
  1. filsafat manajemen. Ada sebagian manajemen yang di otokratik yang menginginkan pengewasan pusat yang kuat.
  2. Ukuran dan tingkat pertumbuhan organisasi. Bila keputusan di pegang oleh manajemen puncak, maka organisasi tidak mungkin dapat berjalan dengan efisien dan efektif,karena bila ada masalah yang mendesak harus lewat manajer puncak yang tentunya memakan waktu yang lama, bagi organisasi yang besar cenderung akan memperbesar desentralisasi dalam kegiatan.
  3. Strategi dan lingkungan organisasi. Factor ini sangat penting sekali dalam ,ememtukan bentuk yang akan di ambil, yang selanjutnya akan mempengaruhi derajat desentralisasi.
  4. Penyebaran geografis desentralisasi. Semakin menyebar geografis cenderung organisasi menggunakan desentralisasi. Karena keputusan yang akan di ambil lebih baik bila sesuai dengan lingkungan yang di hadapi.
  5. Tersedia peralatan pengawasan yang efektif. Bila peralstsn ysng tersedia berkurang, organisasi cenderung menggunakan system sentralisasi. Karena sulit untuk memonitor semua kegiatang yang ada. di organisasi tersebut.
  6. Keanekaragaman produk dan jasa. Semakin jenis dan macam produk cenderung untuk menggunakan system desentralisasi, sebaliknya semakin tidak beranekah produk yang di hasilkan cenderung menggunakan sentralisasi
  7. Kateristik organisasi lainnya. Tergantung pada masing-masing organisasi yang berhubungan dengan pembuatan keputusan, biaya dan lain sebagainnya
  8. Kwalitas manajer. Desentralisasi memerlukan lebih banyak manajer – manajer yang berkwalitas , sebab harus memutuskan dan mengembil tindakkan sendiri

Keuntungan dan Kerugian Desentralisasi
Desentralisasi adalah proses mentransfer dan menetapkan pengambilan keputusan otoritas untuk tingkat yang lebih rendah dari hirarki organisasi. Dalam sebuah organisasi desentralisasi, pengambilan keputusan telah dipindahkan ke tingkat yang lebih rendah atau tingkatan organisasi, seperti divisi, cabang, departemen atau anak perusahaan. Dalam struktur desentralisasi, pengambilan keputusan tersebar untuk memasukkan lebih banyak manajer junior dalam hirarki, serta unit bisnis individu atau lokasi perdagangan.

Kelebihan utama dan kerugian dari pendekatan ini adalah:


Kelebihan
Kekurangan
Keputusan yang dibuat lebih dekat dengan pelanggan
Pengambilan keputusan tidak selalu "strategis"
Lebih mampu merespon situasi lokal
Lebih sulit untuk memastikan praktik yang konsisten dan kebijakan (pelanggan mungkin lebih suka konsistensi dari lokasi ke lokasi)
Peningkatan tingkat layanan pelanggan
Mungkin beberapa disekonomis skala - misalnya duplikasi peran
Konsisten dengan bertujuan untuk menyanjung hirarki
Siapa yang memberikan kepemimpinan yang kuat bila diperlukan (misalnya dalam krisis)
Cara yang baik untuk melatih dan mengembangkan manajemen junior
Sulit untuk mencapai kontrol keuangan yang ketat - risiko biaya-overruns
Harus meningkatkan motivasi staf


Sumber Artikel:

Pelimpahan Wewenang (Pendelegasian)

Pengertian Pendelegasian Wewenang

Delegasi adalah suatu pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu. Sedangkan menurut Manulang, Pendelegasian adalah kegiatan seseorang untuk menugaskan stafnya / bawahannya untuk melaksanakan bagian dari tugas manajer yang bersangkutan dan pada waktu bersamaan memberikan kekuasaan kepeda staf/bawahan tersebut, sehingga bawahan itu dapat melaksanakan tugas tugas itu sebaik baiknya serta dapat mempertanggung jawabkan hal hal yang didelegasikan kepadanya.

Pandangan Wewenang Formal

Dua pandangan yang menjelaskan wewenang formal (resmi):

1. Pandangan klasik (classical view)

Pandangan klasik mengenai wewenangan formal menerangkan bahwa kewenangan pada dasarnya terlahir sebagai akibat adanya kewenangan yang lebih tinggi dari kewenangan yang diberikan. Misalnya saja, seorang manager mendapatkan kewenangan formal akibat adanya pemberian kewenangan dari pihak yang memiliki kewenangan yang lebih tinggi, misalnya saja direktur utama. Seorang kapten dalam tradisi militer memiliki kewenangan formal untuk memerintah para prajurit dikarnakan kewenangan tersebut diterimanya dari seseorang yang memiliki kewenangan yang lebih tinggi darinya, misalnya dari jendral. Dengan demikian, kewenangan formal menurut pandangan klasik bersifat pendekatan top-down, atau dari hierarki yang atas kehierarki yang lebih bawah.



2. Pandangan penerimaan (acceptance view)

Pandangan ke dua cenderung berbeda dengan padangan yang pertama. Tidak setiap kewenangan yang bersifat top-down sertamerta akan dijalankan oleh bawahan. Kadangkala kita mendapati apa yang diperintahkan oleh atasan misalnya tidak dijalankan oleh bawahan. Hal tersebut barangkali bukan disebabkan bahawa sang atasan tidak memiliki kewenangan, akan tetapi apa yang kemudian dilakukan oleh atasan tidak dapat diterima oleh bawahan.pandangan yang berdasarkan penerimaan (acceptance view) memandang bahwa kewenang formal akan cenderung dijalankan atau diterima oleh bawahan tergantung dari beberapa persyaratan. Persyaratan tersebut bagaimana dikemukakan oleh Chester Barnard terdiri dari 4 hal, yaitu (1) bawahan dapat memahami apa yang diinginkan atau dikomunikasikan oleh pimpinan atau atasan; (2) pada saat sang bawahan memutuskan untuk menjalankan apa yang diperintahkan atasannya, dia menyakini bahwa apa yang diperintahkan konsisten atau tidak bertentangan dengan rencana pencapaian tujuan organisasi; (3) pada saat sang bawahan memutuskan untuk menjalankan apa yang diperintahkan oleh atasanya, dia menyakini bahwa apa yang diperintahkan konsisten mendukung nilai, misi, ataupun motif pribadi atau kelompoknya; dan (4) sang bawahan mampu secara mental maupun secara fisik menjalankan apa yang diperintahkannya.

Berdasarkan kedua pandangan ini bisa dikatakan bahwa tidak setiap kewenangan dapat mengubah situasi kearah yang diinginkan. Berbagai jenis organisasi tentunya memiliki ke khasannya sendiri, apakahcenderung mengikuti pandangan klasik atau pandangan yang berdasarkan penerimaan. Hal tersebut sangan bergantung berbagai faktor eksternal dan internal yang dihapadi oleh organisasi.

Wewenang Lini, Staff dan Fungsional

Organisasi adalah sekumpulan dari beberapa orang yang melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. 

Adapun terdapat beberapa macam bentuk struktur organisasi yaitu :
1. Struktur organisasi lini
2. Struktur organisasi lini dan staf.
3. Struktur organisasi fungsional.

Struktur organisasi Lini
Organisasi Garis / Lini adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang langsung secara vertical dan sepenuhnya dari kepemimpinan terhadap bawahannya.
Bentuk lini juga disebut bentuk lurus atau bentuk jalur. Bentuk ini merupakan bentuk yang dianggap paling tua dan digunakan secara luas pada masa perkembangan industri pertama. Organisasi Lini ini diciptakan oleh Henry Fayol.
Organisasi ini sering disebut organisasi militer. Organisasi lini hanya dipakai dalam organisasi kecil . contohnya: perbengkelan , kedai nasi , warteg , rukun tetangga .

Memiliki ciri-ciri:
· Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
· Jumlah karyawan sedikit
· Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
· Belum terdapat spesialisasi
· Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
· Struktur organisasi sederhana dan stabil
· Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
· Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
  1) Orang-orang yang mempunyai kekuasaan bertanggung-jawab dan terbuka.
    2) Proses pengambilan keputusan berjalan dengan tepat.
      3) Disiplin kerja yang mudah dikontrol
        4) tingginya solidaritas diantara anggota
          5) adanya kesempatan yang luas bagi para anggota untu dapat mengembangkan bakatnya.

Kerugian dari struktur organisasi ini adalah:
  1) Tujuan organisasi sama, atau tujuan dari pihak-pihak tertentu saja.
    2) Pimpinan organisasi terkadang berbuat semaunya.
      3) kelangsungan hidup organisasi sangat ditentukan oleh seseorang.
        4) Kurang didalam pengembangan aktifitas pada setiap anggota.

2.Organisasi Lini dan Staf
Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Pada struktur organisasi ini Hubungan antara atasan dengan bawahan tidak secara langsung.

Memiliki ciri-ciri:
  · Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
    · Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
      · Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
        · Jumlah karyawan banyak
          · Organisasi besar, bersifat komplek
            · Adanya spesialisasi

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
  1) Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini dan kelompok staff.
    2) Adanya pengembangan spesialisasi untuk para anggota.
      3) Koordinasi didalam setiap bagian dapat diterapkan dengan mudah. 

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah:
  1) Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya.
    2) Para pemimpin baik lini maupun staff sering mengabaikan nasehat dan gagasan yang ada.
      3) pemimpin dan karyawan yang kebanyakan tidak saling mengenal. 

3.Organisasi dalam bentuk fungsional
Organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor. yaitu suatu bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu.
Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut.
Didalam lembaga pendidikan khususnya di Indonesia, pada umumnya menggunakan struktur organisasi fungsional Struktur organisasi ini sangat cocok diterapkan karena dapat memudahkan melakukan pengawasan .

Memiliki ciri-ciri:
  · Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
    · Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
      · Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
        · Target-target jelas dan pasti
          · Pengawasan ketat
            · Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
  1) Adanya pembagian tugas antara kerja pikiran dan fisik,
    2) Dapat dicapai tingkat spesialisasi yang baik.
      3) Solidaritas antar anggota yang tinggi.
        4) Moral serta disiplin keija yang tinggi.
          5) Koordinasi antara anggota berjalan dengan baik.

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah:
  1) Insiatif perseorangan sangat dibatasi.
    2) Sulit untuk melakukan pertukaran tugas, karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang tertentu.

Pola Pendelegasian Wewenang

Pola pendelegasian yang membawa hasil memiliki ciri-ciri khusus yang harus dipahami oleh setiap orang. Ciri-ciri khusus tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Pendelegasian yang menghasilkan bukanlah pendelegasian pesuruh/babu "Jalankan ini, jalankan itu, lakukan ini, lakukan itu, dsb." Pendelegasian yang sebenarnya tidak berfokus pada prosedur- prosedur dan cara-cara yang digunakan, tetapi terarah kepada upaya pencapaian sasaran/target dan hasil-hasilnya. Prosedur dapat ditetapkan dalam polis/suatu ketentuan, tetapi cara/metode harus dicari sendiri dan dikembangkan oleh setiap pekerja.
  2. Pendelegasian yang menghasilkan adalah pendelegasian penatalayanan, yaitu pendelegasian yang berwawasan serta bertujuan melayani.
Mengapa Delegasi Diperlukan?

Delegasi diperlukan disebabkan dalam suatu organisasi kita diharuskan untuk beradaptasi dan menghadapi berbagai macam watak dan tingkah laku seseorang. Untuk itu, pemahaman dalam masalah di atas diperlukan untuk menjalin kerjasama dalam menjalankan suatu organisasi secara efektif dan efisien.Terkadang banyak orang salah mengartikan posisi atau jabatannya dalam suatu organisasi yang tentunya dapat merugikan orang lain. Hal ini dapat menimbulkan masalah antar individu ataupun antar organisasi. Tentunya hal tersebut tidak diinginkan oleh kita, sehingga kita dapat mengetahui batasan-batasan yang tidak dapat dilanggar serta cara berkomunikasi dengan baik.Sehingga penyusun menyuguhkan berbagai macam hal dalam berinteraksi dengan orang-orang di dalam suatu organisasi, serta hal-hal seputar wewenang dan kekuasaan yang dimiliki oleh setiap orang atau pemimpin yang tentunya berbeda-beda cakupan luasnya.

Delegasi diperlukan agar:
  • Manajer memiliki banyak kesempatan untuk mencari dan menerima peningkatan tanggungjawab dari tingkatan manajer yang tinggi. 
  • Memberikan keputusan yang lebih baik.
  • Pelimpahan yang efektif mempercepat pembuatan keputusan. 
  • Melatih bawahan memikul tanggungjawab, melakukan penilaian dan meningkatkan keyakinan diri serta kesediaan untuk berinisiatif.
Manfaat dan Hambatan Pendelegasian
Manfaat Pendelegasian Wewenang
  1. Manajer memiliki banyak kesempatan untuk mencari dan menerima peningkatan tanggungjawab dari tingkatan manajer yang tinggi. 
  2. Memberikan keputusan yang lebih baik. 
  3. Pelimpahan yang efektif mempercepat pembuatan keputusan. 
  4. Melatih bawahan memikul tanggungjawab, melakukan penilaian dan meningkatkan keyakinan diri serta kesediaan untuk berinisiatif 

Hambatan Pendelegasian Wewenang
Penyebab keengganan untuk mendelegasikan wewenang adalah
  1. Perasaan tidak aman. Manajer enggan mengambil resiko untuk melimpahkan tugas atau mungkin takut kehilangan kekuasaan bila bawahannya terlalu baik melaksanakan tugas. 
  2. Ketidak mampuan manajer. Sebagian manajer bisa sangat tak teratur dalam membuat perencanaan ke depan.
  3. Ketidak percayaan kepada bawahan. 
  4. Manajer merasa bahwa bawahan lebih senang tidak mempunyai hak pembuatan keputusan yang luas 


Penyebab keengganan untuk menerima pendelegasian wewenang adalah:
1. Perasaan tidak aman bagi bawahan untuk menghindari tanggungjawab dan resiko.
2. Bawahan takut dikritik atau dihukum karena membuat kesalahan.
3. Bawahan tidak mendapat cukup rangsangan untuk beban tanggungjawab tambahan.
4. Bawahan kurang peracaya diri dan merasa tertekan bila dilimpahi wewenang pembuatan keputusan yang lebih besar.
Delegasi Yang Efektif
Syarat Pendelegasian yang efektif
James F. Stoner, dkk berpandangan bahwa ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi agar proses pendelegasian dapat berjalan dengan efektif :
• Kesediaan manajer untuk memberikan kebebasan kepada karyawan untuk menyelesaikan tugas yang didelegasikan.
• Komunikasi terbuka antara manajer dan karyawan.
• Kemampuan manajer untuk menganalisi faktor-faktor seperti sasaran organisasi, persyaratan tugas, dan kemampuan karyawan.

Persyaratan diatas sangat penting untuk melaksanakan tugas pendelegasian secara efektif sebagai berikut :
1. Memutuskan pekerjaan mana yang akan didelegasikan.
2. Keputusan siapa yang akan ditugaskan
3.Dukungan sumber daya.
4.Tugas didelegasikan.
5.Perlunya campur tangan.
6.Melakukan umpan balik.

Adapun pandangan lain mengenai syarat pendelegasian yang efektif oleh Drs. Sutrisno :
  1. Adanya kesediaan atau keikhlasan atasan untuk memberikan pelimpahan. Dengan kesediaan dan keikhlasan yang tulus akan menimbulkan hubungan kejiwaan yang dekat antara atasan dan bawahan tersebut hal ini penting dalam usaha menimbulkan perasaan rasa percaya di antara keduanya. 
  2. Tiap-tiap bawahan yang mendapat pelimpahan harus mempertimbangkan kemampuannya. Wewenang yang diserahkan kepada bawahan harus sesuai dengan kemampuan bawahan. Di samping bawahan harus mengukur kemampuan sendiri, atasan harus pula menimbang-nimbang kemampuan dalam hubungannya dengan wewenang yang akan dilimpahkan, baik kemampuan jasmaniah maupun kemampuan rokhaniah. Dengan demikian tidak akan terjadi wewenang yang dilimpahkan tidak sesuai dengan kemampuan bawahan, sebab apabila tidak sesuai akan dapat menimbulkan resiko, yang pada akhirnya juga akan ditanggung atasan bersangkutan. 
  3. Tugas dan wewenang yang diserahkan harus jelas, bawahan mengerti keinginan atasan dengan adanya pelimpahan itu. Tugas, wewenang demikian pula tanggung jawabnya harus dirumuskan dengan jelas. Ketidakjelasan akan menimbulkan kesukaran-kesukaran dalam realisasinya, karena tidak tahu arah atau batas-batas yang boleh dan tidak dapat dilakukan. Demikian pula harus diketahui oleh bawahan kecenderungan dari pada keinginan-keinginan atasan yang melimpahkan wewenang, demikian itu agar pelaksanaan tugas dan wewenang mengarah kepada tujuan yang ditentukan oleh atasan. 
  4. Pelimpahan yang telah diberikan tidak boleh diperlemah oleh atasan, yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan. Setelah pelimpahan dilakukan, atasan jangan selalu mencampurinya, lebih-lebih mencampuri secara demonstratif yang demikian akan mengakibatkan keresahan jiwa dan justru akan dapat mengakibatkan patah semangat bagi bawahan. 

Prinsip-Prinsip Pendelegasian

PRINSIP-PRINSIP DELEGASI

Prinsip-prinsip klasik yang dapat dijadikan dasar untuk delegasi yang efektif adalah:


1. Prinsip Skalar 
Menyatakan harus ada garis otoritas yang jelas yang menghubungkan tingkat paling tinggi dengan tingkat paling bawah. Garis otoritas yang jelas ini memudahkan anggota organisasi untuk megetahui:
  1. kepada siapa dia dapat mendelegasikan 
  2. siapa yang dapat melimpahkan wewenang kepadanya 
  3. kepada siapa dia bertanggungjawab 


Dalam proses penyusunan garis otoritas diperlukan kelengkapan pendelegasian wewenang, yaitu semua tugas yang diperlukan dibagi habis. Hal ini digunakan untuk menghindari: 
  1. gaps, yaitu tugas-tugas yang tidak ada penangung jawabnya 
  2. overlaps, yaitu tanggung jawab untuk satu tugas yang sama diberikan kepada lebih dari satu orang 
  3. splits, yaitu tanggung jawab atas tugas yang sama diberikan kepada lebih dari satu-satuan organisasi 

2. Prinsip kesatuan perintah (unity of command)
Menyatakan setiap orang dalam organisasi harus melapor pada satu atasan. Melapor pada lebih dari satu orang akan menyulitkan seseorang untuk mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan perintah siapa yang harus diikuti. Bertanggung jawab kepada lebih dari satu atasan juga akan membuat bawahan dapat menghindari tanggungjawab atas pelaksanaan tugas yang jelek dengan alasan banyaknya tugas dari atasan lain.

3. Tanggung jawab, wewenang dan akuntabilitas
  1. Prinsip-prinsip ini menyatakan bahwa: dapat menggunakan sumber dayanya secara efisien 
  2. masing-masing orang dalam organisasi dapat melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya secara efektif 
  3. akuntanbilitas penerimaan tanggungjawab dan wewenang
Sumber Artikel:

Minggu, 30 November 2014

STP Nike

Segmenting

Segmentasi Pasar Global (Keegan, 2007) adalah Suatu proses membagi pasar dunia kedalam kelompok pelanggan tertentu yang memiliki perilaku yang sama atau memiliki kebutuhan yang serupa.

Pasar yang menjadi segmen perusahaan Nike adalah penyuka olahraga (Segmentasi psikografis), dalam hal ini Nike menetapkan segmen pasar yang dilayani adalah pasar penyuka olahraga. Bisa diperhatikan pada saat perusahaan ini masih bernama Blue Ribbons Sports, produk utamanya ialah sepatu olahraga, kemudian perusahaan ini mengembangkan peralatan olah raga lainnya. Sampai hari ini Nike sangat terkenal sebagai produsen dan perancang sepatu olahraga. Berdasarkan penetapan segmen ini maka perusahaan Nike Inc jelas melakukan peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan, misalnya fokus pada kompetisi sepatu olahraga antara para competitornya seperti Adidas, Reebok, dan Puma, dengan adanya kejelasan pada segementasi maka dapat menentukan komponen-komponen strategi yang dilakukan perusahaan. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penentuanpositioning.

Dilihat dari tingkatan segmentasi pasar yang dilakukan Nike Inc lebih pada niche marketing yaitu lebih fokus terhadap ceruk-ceruk pasar yang belum dilayani dengan baik. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi segmen yang sudah ada menjadi sub segmen yang lebih kecil dalam hal ini Nike Inc fokus pada pasar penyuka olah raga, disebut niche marketing karena Nike berfokus pada ruang lingkup yang lebih kecil.


Targeting

Menurut Keegan (2007) dalam penetapkan sasaran adalah tindakan mengevaluasi dan membandingkan kelompok yang diidentifikasi dan kemudian memilih satu atau beberapa diantaranya sebagai calon dengan potensi paling besar. Langkah yang dilakukan Nike Inc telah tepat yaitu produk sportwear dengan kampanye iklan yang luar biasa menjadikan Nike benar-benar sebagai sepatu olah raga yang berkualitas tinggi sehingga memberikan hasil terbaik terhadap penjualan, selain itu menciptakan nilai maksimum bagi konsumen.

Menurut Kotler, 2009, dalam menetapkan target market perusahaan dapat mempertimbangkan lima pola product specialization yaitu Single Segment Concentration, Selective Specialization, Product Specialization, Market Specialization dan Full Market Coverage. Namun langkah yang dilakukan Nike adalah Single Segment Concentrationmaksudnya adalah perusahaan dapat memilih satu segmen saja. Perusahaan lebih bisa mencapai posisi yang kuat disatu segmen, dengan pengetahuan yang baik terhadap kebutuhan segmen sehingga bisa diperoleh keuntungan. Dalam perumusannya Nike Inc telah konsisten dari awal akan membidik pasar penyuka olah raga dengan hasil yang maksimal menjadikan Nike sebagai produk sportware di seluruh dunia.

Target yang dilakukan oleh Nike Inc adalah produk sportwear, konsumen yang menyukai olah raga dengan gaya promosi mensponsori para atlet. Nike memutuskan untuk mensponsori John McEnroe, seorang petenis yang menghasilkan banyak perhatian ketika ia bermain karena dia akan terus-menerus menyumpah di depan wasit kemudian terobosan terbesar Nike sebagai sponsor Michael Jordan sebagai atlet basket, yang ditandatangani langsung dari University of North Carolina. Inilah yang membuat Nike menang dari kompetisi dengan Reebok setalah berhasil menspronsori para atlet maka tahun 1979, Nike adalah sepatu lari paling populer di negara-negara bagian dengan ketepatan sponsor maka terget pasar Nike berhasil dan sekarang Nike mulai menjual lebih dari sepatu, mereka mulai menjual Nike pakaian dan peralatan olahraga. Nike mengakomodir semua orang yang ingin melakukan olahraga, namun seperti yang kita tahu orang – orang berumur 16 sampai dengan 40 ialah orang – orang yang aktif dan Nike membidik target di rentang umur ini. Berdasarkan perkembnagan diatas maka Nike telah mencapai 50% pangsa pasar di Amerika Serikat yaitu pada produk sepatu atletik.


Positioning

Positioning yang berhasil akan menciptakan image yang baik terhadap produk Nike dalam pikiran konsumen. Kepercayaan akan kualitas dan nilai-nilai yang dimiliki maupun harga yang ditawarkan tidak lagi menjadi hal yang dipermasalahkan. Loyalitas dan persepsi positif akan keunggulan produk merupakan hasil dari strategi positioning yang berhasil

Fokus pada spesifikasi atau image yang dibentuk dari pertama kali muncul, Nike memiliki image sebagai invent dari produk sepatu olahraga. Hal ini tetap dilakukan hingga sekarang, dan ini membentuk positioning produk Nike itu sendiri. Positioning berguna untuk membedakan tawaran yang diberikan produsen dengan membangun sejumlah keunggulan bersaing yang menarik perhatian dalam segmen tertentu. Tugas positioning terdiri dari tiga langkah, yaitu mengidentifikasi sejumlah keunggulan bersaing yang dapat dijadikan dasar untuk membangun posisi, memilih keunggulan bersaing yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk membangun posisi, memilih keunggulan bersaing yang tepat, dan memilih suatu strategi positioning produk secara menyeluruh. Perusahaan kemudian harus secara efektif mengkomunikasikan serta menyampaikan posisi yang dipilih kepada pasar.

Menurut Keegan (2007) meyatakan bahwa menentukan posisi pasar adalah suatu proses yang dipakai oleh perusahaan untuk menetapkan suatu citra di benak konsumen terhadap citra produk yang ditawarkan oleh pesaing

Misi memberikan inspirasi dan inovasi pada atlit di dunia tetap dipegang oleh Nike hingga saat ini. Image yang terkandung dalam misi ini membuat Nike selalu menggunakan model iklan seorang atlit yang terkenal di dunia, seperti Michael Jordan, Tiger Woods, dan Andrew Agassi.

Berdasarkan penetapan positioning yang tepat menjadikan Nike sebagai market leader dan melakukan perluasan produk pada pakaian, jam tangan olahraga dan alat-alat olahraga.


Kesimpulan

Nike berhasil dalam membentuk strategi Segementasi - Targeting - Positioning (STP) yaitu dengan pembentukan segmentasi berdasarkan psikografis, dalam hal ini Nike menetapkan segmen dan target pasar yang dilayani adalah penyuka olahraga, dengan melakukan sponsor para atlet terkenal menjadikan kejelasan identitas perusahaan Nike Inc sebagai produk sportwear. Positioning yang terbentuk pun sangat jelas berdasarkan image sebagai produk sepatu olahraga, dengan positioning yang kuat menjadikan Nike bekerjasama dengan produsen alat olahraga dan berdampak baik bagi perusahaan sehingga sampai saat ini Nike tetap berada sebagai market leader untuk produk sportwear.

Langkah yang dilakukan Nike ketika Reebok sebagai pesaing kuat melakukan resegmentasi dengan mengeluarkan produk sepatu santai, maka Nike mengeluarkan produk sepatu sporty tetapi dengan desain lebih santai dan warna lebih banyak menjadikan identitas perusahaan Nike tetap sebagai produsen penghasil sepatu olahraga meskipun saat ini Nike melakukan kerjasama dengan ala-alat olah raga, tetapi STP yang terbentuk tetap pada kegiatan olahraga

Sejarah Perkembangan Kacang Dua Kelinci

PT Dua Kelinci merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia makanan terkemuka di Indonesia. Produk perusahaan ini terkenal dengan merek Dua Kelinci. Perjalanan perusahaan ini dimulai sejak tahun 1972 di Surabaya. Berawal dari usaha re-packing kacang garing yang berlabel "Sari Gurih" yang berlogo gambar dua kelinci. Dengan berkembangnya bisnis, pada tanggal 15 Juli 1985, didirikanlah PT Dua Kelinci yang kini menjelma menjadi produsen kacang terkemuka di Indonesia dengan menerapkan sistem manajemen kualitas produk berstandar internasional. Usaha re-packing kacang ini yang didirikan oleh Bapak Ho Sie Ak dan Ibu Lauw Bie Giok di Pati, Jawa Tengah merupakan cikal bakal tumbuhnya industri kacang garing besar di Indonesia. Selanjutnya sejak didirikannya perusahaan oleh Bapak Ali Arifin dan Bapak Hadi Sutiono merek produk pun berubah dikarenakan sebagian besar konsumen lebih suka menyebut Dua Kelinci dibandingkan dengan Sari Gurih. 

Perkembangan usaha kacang ini semakin meningkat dengan pesat, sejak tahun 2000 perusahaan terus melakukan pengembangan produk dengan memproduksi varian kacang kulit, kacang berbalut tepung, serta produk makanan ringan berbahan dasar tepung. Hal ini seiring dengan pengembangan teknologi modern pada peralatan dan mesin produksi. Selanjutnya perusahaan mengembangkan produk yang berbasis pada biji-bijian atau serelia. Dengan visi "menjadi yang terbaik di bidang food and beverage industry", perusahaan berkomitmen untuk terus memperbaiki mutu produksi dengan menerapkan standar manajemen yang berstandar internasional, serta menjaga manajemen keamanan dan kehalalan pangan. Dengan kebijakan mutu yang diterapkan Dua Kelinci yang memberikan kepuasan tertinggi kepada pelanggan, perusahaan terus melakukan inovasi-inovasi guna menjaga eksistensinya. Di antaranya melakukan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan memberikan dukungan dan apresiasi kepada olahragawan nasional, santunan yatim piatu dan duafa, memberikan sumbangan kepada korban bencana alam, donor darah, program penghijauan, dan beberapa kegiatan lain yang melibatkan seluruh karyawan, masyarakat dan pemerintah.

Perusahaan ini selalu menjunjung tinggi program manajemen kualitas yang mana setiap karyawan bertanggung jawab penuh atas produk masing-masing yang kemudian dikhususkan kepada Divisi Quality Control (QC) atau Quality Assurance (QA) yang dilakukan mulai dari proses pengadaan bahan baku hingga pengiriman dalam produksi. Dua Kelinci juga menyediakan fasilitas laboratorium yang meliputi Laboratorium Mikrobiologi, Kimia Pangan, Limbah, Organoleptik dan lain-lain yang dibantu dengan tenaga-tenaga ahli di bidangnya. Selain itu, Dua Kelinci juga dibantu oleh Divisi Riset dan Pengembangan guna menyempurnakan dan mengembangkan produk-produk demi memanjakan konsumen-nya dengan menggunakan mesin-mesin berteknologi modern yang dapat menjaga kualitas dan rasa. Saat ini produk Dua Kelinci tidak hanya  mampu memenuhi permintaan konsumen dalam negeri saja, namun juga mampu hingga menembus pasaran internasional, seperti Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, China, Saudi Arabia, Amerika Serikat, Kanada dan beberapa negara lain di Eropa. Beberapa produk Dua Kelinci antara lain Kacang Garing "Dua Kelinci", Garlic Nut, Sanghai, Supernut, Kacang Sukro, Snack Tic Tac, Sir Jus, Jus Cup dan beberapa varian produk makanan dan minuman lainnya. 

Guna mengembangkan bisnis pemasarannya ke pasar internasional, Dua Kelinci menggandeng klub sepakbola raksasa asal Spanyol Real Madrid. Dua Kelinci menjadi sponsor resmi klub sepakbola tersebut sejak tahun 2011 lalu. Dengan raihan prestasi yang dicapai hingga sekarang menempatkan Dua Kelinci menjadi salah satu produsen makanan ter-integrasi di Indonesia. 

Profil & Biografi Marwan Ja'far: Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi 2014-2019 Kabinet Kerja Jokowi JK

BIOGRAFI

Marwan Ja'far adalah Ketua Fraksi PKB DPR 2009-2014. Sebelumnya dia menjabat sebagai sekretaris fraksi partai PKB. Dia juga pernah menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU. Ketika itu, dia kerap menuangkan gagasan cemerlang tentang pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Persatuan Santri Ahlusunnah Wal Jama'ah (PSAJ) yang merupakan organisasi sayap PKB siap menyampaikan rumusan Muskerwil ke DPW PKB Jateng dan DPP PKB.

Marwan merupakan anggota DPR yang vokal saat memperjuangkan produk-produk kebijakan yang bersinggungan langsung dengan kepentingan warga NU. Maka dia dijagokan menjadi calon gubernur Jateng 2013. Dia dianggap sebagai sosok yang layak karena merupakan kader pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Marwan yang juga mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini tergolong loyal dan komitmen terhadap perjuangan pesantren dan NU.

Sebelum namanya banyak dikenal baik karena kasus yang terlampir tersebut di atas ataupun tidak, Marwan merupakan seorang konsultan hukum yang bekerja di sebuah perusahaan advokat Rusdiono & Partners Law Firm sebagai Konsultan Hukum pada tahun 1999. Di samping bekerja di bidang hukum, pria kelahiran Pati, 12 Maret 1972 ini juga aktif dalam organisasi NU yaitu IPNU cabang Pati sejak tahun 1999 hingga kini dan sebagai Wakil Sekjen INKOPSIM NU Pusat pada tahun 1999 hingga 2004.

Aktif dalam organisasi NU membuat ayah dari tiga anak ini tertarik untuk mendalami lebih lanjut mengenai dunia politik. Hingga pada akhirnya tahun 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR dan akhirnya terpilih selama dua periode berturut-turut sebagai wakil rakyat yang seharunya dan sepatutnya merakyat.Riset dan analisa oleh: Umi A. Hasan


PENDIDIKAN

S1 UII Yogyakarta Hukum (1991 - 1998)
S1 Gajayana Malang Ekonomi (1993 - 1998)
IMBI Yogyakarta Program BBA (1992 - 1995)
S2 Universitas Kebangsaan Malaysia Program Pascasarjana Hukum Tesis (2008)

KARIR

Anggota DPR-RI periode 2009-2014
Anggota DPR-RI periode 2004-2009
Komisaris PT. Wahana Sarana Jati (2004-sekarang)
Direktur PT. Wahana Sarana Jati (2000-2004)
Marwan & Sidabutar Partners Law Firm sebagai Senior Partners (2003)
Marketing Manager PT. Sentra Mekanindo (1999-2000)
Direktur PT. Madu Buana Abadi sebagai (2000)
Rusdiono & Partners Law Firm sebagai Konsultan Hukum (1999)

Jumat, 17 Oktober 2014

Contoh Proposal Usaha Rumah Makan

Bidang usaha rumah makan merupakan salah satu bisnis yang masih dapat bertahan dan berkembang di tengah keadaan ekonomi Indonesia yang tak menentu ini. Bisnis rumah makan ini merupakan salah satu pilihan tepat untuk berbisnis di tengah krisis ekonomi dan perkembangan populasi manusia yang sangat tinggi. Salah satu alasan dari bisnis ini adalah "Setiap orang perlu makan untuk hidup" sehingga alasan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa harus mengembangkan bisnis rumah makan.

Kepuasan konsumen adalah hal yang sangat krusial karena dalam bidang usaha apapun kepuasan konsumen adalah hal yang sangat penting untuk mendapakan kepercayaan dan hati masyarakat. Makanan berkualitas bercita rasa nikmat dengan bandrol harga yang cukup terjangkau merupakan salah satu unsur untuk memuaskan para konsumen yang terhormat, selain itu keunikan tata ruangan juga merupakan salah satu unsur untuk memuaskan dan menarik perhatian para konsumen sehingga menghasilkan image positif yang akan terus diingat oleh para konsumen. Dengan dasar-dasar unsur tersebut, kami akan membangun sebuah bisnis rumah makan yang memilii ciri khas tersendiri dengan design interior bertemakan recycling dengan memanfaatkan barang barang bekas yang di daur ulang sehingga menciptakan sebuah benda dengan nilai seni yang tinggi yang mendatangkan suasana baru di rumah makan kami dan menyajikan makanan khas Eropa dan Asia yang yang di inovasikan dengan makanan khas Indonesia yang kaya akan rempah-rempah sehingga menciptakan sebuah menu menu baru dengan kualitas, harga dan cita rasa yang tidak kalah dengan makanan di Restaurant berbintang. Rumah makan yang akan kami dirikan ini bernama "Paradisus Cafe" yang diambil dari bahasa latin "Paradisus" yang berasal dari bahasa inggris yang berarti "Paradise" atau dalam bahasa indonesia disebut "Surga"  yang diharapkan para konsumen menikmati waktu luang dan dapat membuang semua beban pekerjaan yang menumpuk dan kembali menjadi relax dan tenang sehingga siap untuk kembali beraktivitas seperti biasa.

sumber referensi:

Jumat, 10 Oktober 2014

Kisah Keripik Pedas Maicih Milik Dimas Ginanjar Merdeka

"Maicih" adalah sebuah brand keripik singkong yang sekarang tak asing lagi, Dimas Ginanjar Merdeka adalah mantan Mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga di Universitas Parahyangan ini adalah pendiri dari brand Maicih ini mulai dikenal banyak orang pada pertengahan 2010, pasalnya brand Maicih ini menjadi pelopor makanan ringan pedas di Bandung, Jawa Barat dan pada tahun 2011 keripik pedas Maicih milik Bob Merdeka ini The Hot Snack 2011 oleh majalah Rolling Stone Indonesia, namun sebelum meraih kesuksesan seperti sekarang ini ada cerita dibalik kesuksesan pria yg akrab disapa Bob Merdeka ini.

Berawal dari filosofi sederhana dalam memulai sebuah bisnis camilan, menurutnya belum ada yang menjual keripik pedas secara profesional. Ia memulai usahanya dengan modal awal Rp 50 ribu pada 2010. dengan sedikit modifikasi ia menjual keripik dengan 3 level kepedasan yang berbeda yakni level 3, 5, 10. Tak hanya keripik singkong yang ditawarkan oleh Maicih yang berlabelkan seorang nenek tua berkonde ini, Maicih juga menawarkan keripik makaroni dan basreng atau bakso goreng, Pada awalnya produksi keripik ini dilakukan oleh orang ketiga, namun seiring bertambah besar omset yang didapat akhirnya pembuatan keripik dilakukan oleh orang-orang yang bekerja dibawah bendera Maicih. Ada alasan mengada keripik ini disebut Maicih, menurut Dimas sang pendiri maicih ia ingin menciptakan brand nyelenyeh dan mengangkat makanan lokal dan yang terbayang adalah sosok nenek tua atau dalam bahasa sunda disebut emak. Pada awal pemasaran Dimas target sasarannya adalah anak muda dan menjangkaunya melalui media sosial walaupun bukan hanya anak muda saja yang menyukai maicih.

Pada awal memulai usahanya, modal usaha yang diperoleh oleh Dimas ini bersumber dari pendanaan sendiri dengan modal awal Rp 50 ribu Dimas tidak mengambil untungnya melainkan digunakan kembali sebagai modal. sebelumnya Dimas juga pernah mencoba menjalani beberapa bisnis mulai dari berjualan pulsa, handphone, pakaian, bahkan event organizer juga.Dan sekarang ia telah menemukan formula bisnis yang tepat di bisnis ini, dan kini omset yang diraih Maicih bisa melebihi Rp 1 miliar per bulan hanya melakukan penjualan di indonesia, dan kini ia sedang mengambil ancang ancang untuk menembus negeri Jiran Malaysia dan Brunei Darussalam.

Sumber:

Jumat, 03 Oktober 2014

Perkenalan Diri!

Assalamualaikum Wr. Wb.


Oke pertama-tama kita perkenalan terlebih dahulu guys! Perkenalkan nama gw adalah Ruddy Gustya Dwi Putra, gw adalah mahasiswa tahun pertama di Universitas Gunadarma dari Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi kelas 1EB37 . Gw bertempat tinggal di Cikarang Utara Kab. Bekasi. Gw adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara dan gw adalah satu-satunya anak laki-laki di keluarga gw, anak pertama adalah kaka gw bernama Debby Friesca dan yg paling bontot itu namanya Chintya Berliani, ngomong-ngomong adik gw ini paling beda diantara yg lain, gw sama kaka gw itu berbadan kurus sedangkan adik gw ini berbadan paling gemuk. Gw lahir pada bulan agustus, lebih tepatnya itu 30 agustus 1996 pada hari jum'at tepat setelah ibadah sholat jum'at selesai, itu juga kata mamah gw...

Gw itu salah satu lulusan dari SMAN 1 Cikarang Utara tahun ajaran 2013/2014. Gw punya banyak hobi tapi ada satu hobi yg paling saya suka yaitu bermusik tapi biarpun hobi gw itu bermusik sebenernya gw itu ngga terlalu bisa main alat musik, toh dari keluarga gw juga ngga ada darah seniman pemusik gitu. Gw sempet membentuk sebuah grup band, dan grup band yg pertama gw bentuk itu bernama "Donkey Like a Horse" yg gw bentuk semasa gw SMP, dari situ gw mulai tertarik untuk bermain musik. Lanjut ke SMA, gw ngebentuk sebuah grup band yg bernama "EX4P" namun karena ada sebuah konflik internal terjadilah perpecahan yg membuat 1 orang personil dalam band keluar. Sempat resign beberapa bulan gw berencana membuat grup band baru sama temen gw dan terbentuklah "Cerita Masa Lalu" dan menghasilkan sebuah single perdana kami dengan judul "Kisah" bisa dilihat di link ini: https://www.youtube.com/watch?v=2WpdrEbOLHE.

Kita pindah topik sekarang yah, kalo nyeritain tentang hobi bisa panjang urusannya hahahaha...!! Woiya sebelum gw masuk ke Universitas Gunadarma, gw sempet ikut tes ujian masuk beberapa Perguruan Tinggi Negeri sih, tapi emang belum di izinkan sama Yang Maha Kuasa buat masuk PTN, jadi gw memutuskan untuk masuk ke Universitas Gunadarma, sebelum masuk ke Gunadarma gw sempet berkonsultasi dulu sama orang tua gw termasuk kaka gw dan setelah berkonsultasi orang tua gw setuju kalo gw bakalan mengambil pprogram studi Akuntansi di Universitas Gunadarma dan di Gunadarma gw di tempatkan pada kelas 1EB37, di kelas ini gw ketemu sama banyak temen-temen baru yg baik juga asik. Semoga saja Allah mengizinkan kami semua untuk lulus bersama-sama tepat 4 tahun dan dapat membanggakan Orang Tua kami masing masing, Aamiin!

Sekian dulu postingan dari gw yeeh

Wassalamualaikum Wr. Wb.