Berawal dari filosofi sederhana dalam memulai sebuah bisnis camilan, menurutnya belum ada yang menjual keripik pedas secara profesional. Ia memulai usahanya dengan modal awal Rp 50 ribu pada 2010. dengan sedikit modifikasi ia menjual keripik dengan 3 level kepedasan yang berbeda yakni level 3, 5, 10. Tak hanya keripik singkong yang ditawarkan oleh Maicih yang berlabelkan seorang nenek tua berkonde ini, Maicih juga menawarkan keripik makaroni dan basreng atau bakso goreng, Pada awalnya produksi keripik ini dilakukan oleh orang ketiga, namun seiring bertambah besar omset yang didapat akhirnya pembuatan keripik dilakukan oleh orang-orang yang bekerja dibawah bendera Maicih. Ada alasan mengada keripik ini disebut Maicih, menurut Dimas sang pendiri maicih ia ingin menciptakan brand nyelenyeh dan mengangkat makanan lokal dan yang terbayang adalah sosok nenek tua atau dalam bahasa sunda disebut emak. Pada awal pemasaran Dimas target sasarannya adalah anak muda dan menjangkaunya melalui media sosial walaupun bukan hanya anak muda saja yang menyukai maicih.
Pada awal memulai usahanya, modal usaha yang diperoleh oleh Dimas ini bersumber dari pendanaan sendiri dengan modal awal Rp 50 ribu Dimas tidak mengambil untungnya melainkan digunakan kembali sebagai modal. sebelumnya Dimas juga pernah mencoba menjalani beberapa bisnis mulai dari berjualan pulsa, handphone, pakaian, bahkan event organizer juga.Dan sekarang ia telah menemukan formula bisnis yang tepat di bisnis ini, dan kini omset yang diraih Maicih bisa melebihi Rp 1 miliar per bulan hanya melakukan penjualan di indonesia, dan kini ia sedang mengambil ancang ancang untuk menembus negeri Jiran Malaysia dan Brunei Darussalam.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar